Pementasan sosiodrama berjudul "Harga Sebuah Popularitas" merupakan karya yang disajikan secara apik oleh anggota Ekstrakurikuler PIK-R SMP Negeri 17 Bekasi. Drama ini berfungsi sebagai sarana komunikasi informasi dan edukasi (KIE) yang relevan dengan Program GenRe (Generasi Berencana), berfokus pada isu kejujuran, persahabatan sejati, dan tekanan sosial di kalangan remaja.
Penampilan ini secara resmi dipersembahkan oleh PIK-R SMPN 17 Bekasi pada hari Jumat, 24 Oktober 2025. Pementasan ini melibatkan jumlah pemeran yang besar (total 20 siswa), yang memungkinkan penggambaran dinamika sosial di sekolah secara realistis, mulai dari tim lomba, geng populer, hingga geng gosip. Pementasan diawali dengan sambutan dari narator pembuka dan sesi perkenalan seluruh pemeran.
Nuansa PIK-R diperkuat dengan adanya sesi seruan Jargon PIK-R (Remaja GenRe: Sehat, Cerdas, Ceria) sebelum drama dimulai, yang menandaskan bahwa konten drama ini mengandung pesan edukatif dari program GenRe.
Cerita berpusat pada tokoh utama, Rani (Keyla), seorang siswi berprestasi yang terpilih mengikuti Lomba Cerdas Cermat bersama Kevin dan Diana (Adegan 1). Meskipun Rani memiliki teman-teman yang suportif (Lala, Tania, Ellen), ia diam-diam merasa iri terhadap popularitas Geng Janes (Niza) yang selalu menjadi pusat perhatian.
Rasa iri dan persaingan ini memicu konflik:
? Puncak Konflik: Kemenangan Rani dan timnya dalam lomba cerdas cermat memicu rasa kesal dan cemburu dari Geng Janes. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh Malik (Kenny) dan Ryan (Azizi) untuk menyuruh Geng Gosip menyebarkan tuduhan di media sosial (IG Lambe) bahwa tim Rani menang karena mencontek.
? Penyelesaian Guru: Isu gosip ini akhirnya ditangani oleh Bu Ratna (Felci) dan Pak Budi (Lutfi), yang langsung memanggil pihak-pihak yang menyebar fitnah ke ruang guru.
Pada akhir pementasan, seluruh kelompok yang terlibat dalam penyebaran gosip, termasuk Geng Gosip dan Geng Janes, datang meminta maaf kepada Rani dan teman-temannya. Rani memberikan pesan moral yang tegas sekaligus penuh pemaafan: "Popularitas itu bisa pudar, tapi persahabatan yang tulus itu enggak akan putus ataupun hilang.
Drama ditutup dengan nasihat dari guru yang menekankan pentingnya nilai kejujuran dan menjaga hubungan persahabatan, sekaligus menegaskan bahwa boleh bergaul dan eksis, tetapi tidak boleh merugikan orang lain.
Secara keseluruhan, sosiodrama ini berhasil menyampaikan pesan penting PIK-R mengenai manajemen emosi, persaingan sehat, dan pentingnya dukungan sebaya dalam menghadapi tekanan sosial di sekolah.
Anda dapat menyaksikan kembali pementasan ini melalui tautan : https://youtu.be/LMOn4EgsN04?si=pwNAd4_xcrJos40y