Bekasi, 19 Januari 2026 — SMP Negeri 17 Bekasi menyelenggarakan kegiatan Roots Day Indonesia Agen Perubahan Anti Perundungan Angkatan ke-5 dengan tema “Akar Kebaikan, Berbuah Persahabatan: Bersama Menolak Permusuhan dan Perundungan”. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri langsung oleh Wali Kota Bekasi, Bapak Dr. Tri Adhianto Tjahyono, beserta jajaran pejabat terkait dan warga sekolah.
Acara Roots Day menjadi momentum penting bagi SMP Negeri 17 Bekasi dalam meneguhkan komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas dari perundungan. Kegiatan dibuka dengan suasana penuh semangat melalui opening performance yang menggambarkan langkah generasi muda sebagai agen perubahan menuju sekolah yang berkarakter dan berbudaya positif.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Camat Pondok Gede, Lurah Jaticempaka, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Pengawas Pembina, Pengurus sub rayon 04 Kota Bekasi, unsur Bimaspol dan Babinsa, Kepala SMP Negeri 17 Bekasi beserta tim manajemen, Ketua Komite Sekolah dan perwakilan orang tua murid, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama serta ungkapan rasa syukur. Diharapkan melalui kegiatan ini, para Agen Perubahan Anti Perundungan mampu menjadi teladan bagi seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh persahabatan.
Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, laporan kegiatan disampaikan oleh Ketua Panitia Roots Day Agen Perubahan Angkatan ke-5 oleh Bapak Adin Hanafi, S.Pd sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program.
Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Ketua Komite dan Kepala SMP Negeri 17 Bekasi menyampaikan apresiasi atas semangat dan peran aktif para siswa sebagai agen perubahan anti perundungan. Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi menyampaikan dukungan penuh terhadap program Roots Day serta mengapresiasi inisiatif sekolah dalam menanamkan nilai empati, persahabatan, dan toleransi sejak dini. Beliau menegaskan bahwa gerakan anti perundungan harus menjadi budaya bersama, tidak hanya di sekolah tetapi juga di lingkungan masyarakat.
Puncak kegiatan ditandai dengan Deklarasi “Kami Akan dan Kami Tidak Akan” oleh seluruh Agen Perubahan Anti Perundungan Angkatan ke-5 yang disertai dengan penandatanganan simbolis oleh Wali Kota Bekasi, Kepala Sekolah, Ketua Komite, dan perwakilan panitia. Deklarasi ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menolak segala bentuk perundungan dan membangun budaya saling menghargai.
Sebagai bentuk ekspresi dan kampanye kreatif anti perundungan, acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan siswa, antara lain tari tradisional Nandak Ganjen, pembacaan puisi anti perundungan, persembahan lagu yang dikolaborasikan dengan gerak tari, penampilan stand up comedy edukatif, serta drama musikal oleh Agen Perubahan Angkatan ke-5 berjudul “Kisah Sherina dan Jumbo: Akar Kebaikan Berbuah Persahabatan”. Seluruh penampilan mendapat sambutan hangat dan antusias dari para hadirin.
Dengan terselenggaranya Roots Day Agen Perubahan Anti Perundungan Angkatan ke-5, SMP Negeri 17 Bekasi menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang menjunjung tinggi nilai karakter, kemanusiaan, dan persaudaraan demi terwujudnya generasi pelajar yang berakhlak mulia dan berbudaya anti kekerasan.